FAKTOR PEBYEBAB DOWN SINDROM
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami down sindrom, berikut adalah factor-faktor yang menyebabkan down sindrom:
a. Pra Kelahiran
Normalnya manusia mempunyai 23 pasang kromosom sehingga total berjumlah 46 buah kromosom. Pada anak Down Sindrom kromosom nomor 21 berjumlah tiga, dimana seharusnya berjumlah dua sehingga total menjadi 47 kromosom dan biasa disebut trisomi 21.
Jumlah kromosom yang berlebihan itulah yang mengakibatkan terjadinya kegonjangan pada sisitem metabolisme sel yang akhirnya memunculkan Down Sindrom. Kesalahan penggandaan kromosom nomor 21 tersebut bukan karena penyimpangan perilaku orang tua ataupun pengaruh lingkungan.
2. Wanita hamil yang peminum berat
3. Wanita hamil yang perokok berat
Rokok dapat mengakibatkan bayi lahir prematur dan berat badan kecil.
b. Saat kelahiran
1. Bayi lahir prematur
Semakin besar tingkat kelahiran prematur, semakin besar resikonya.
2. Kelahiran sungsang
c. Pasca Kelahiran
1. Menderita penyakit parah seperti, radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (enchepalitis)
2. Kecelakaan yang menyebabkan cidera / kerusakan otak
3. Gizi yang jelek atau keracunan dapat juga merusak tak.
Keracunan timah adalah ancaman utama pada anak-anak yang bersumber dari lingkungan sekitar, seperti cat yang sudah lama dan pipa air.
CIRI-CIRI ANAK DOWN SINDROM
Anak down sindrom pada umumnya mempunyai kekhasan yang bisa dilihat secara fisik selain dengan pemeriksaan jumlah kromosomnya. Tanda-tanda fisik ini bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali, tampak minimal sampai dengan terlihat dengan jelas.
Ciri-ciri fisik anak down sindrom:
Bentuk kepalayang relatif kecil dengan bagian belakang yang tampak mendatar (peyang)
2. Hidung kecil dan datar (pesek)
3. Mulut yang kecil dengan lidah yang tebal dan pangkal mulut yang cenderung dangkal yang mengakibatkan lidah sering menjulur keluar.
4. Bentuk mata yang miring dan tidak punya lipatan di kelopak matanya.
5. Letak telinga yang lebih rendah dengan ukuran telinga yang kecil.
6. Rambut lurus, halus dan jarang
7. Kulit kering
8. Tangan dan jari-jari pendek dan pada ruas kedua jari kelingking miring atau bahkan tidak ada sama sekali
9. Pada telapak tangan terdapat garis melintang yang disebut Simian Crease
10. Otot yang lemah
11. Pertumbuhan gigi geligi yang lambat dan tumbuh tidak beraturan sehingga menyulitkan pertumbuhan gigi permanen.
12. Memilki kelemahan pada kemampuan kognitif
Salah satu cirri yang paling penting untuk mendefinisikan anak penyandang down sindrom adalah kemampuan mereka dalam belajar. Mereka miliki kesulitan dalam belajar. Hal itu karena ukuran otak orang yang mengalami down sindrom kecil dan sekarang para ilmuwan telah menemukan perubahan dalam struktur dan fungsi daerah otak tertentu seperti hippocampus dan cerebellum. Terutama yang terkena adalah hippocampus yang berperan untuk belajar dan bertanggung jawab.
13. Memilki kelemahan pada kemampuan berbahasa
Kesulitan berbahasa (delayed language) seringkali terjadi pada anak down sindrom (Warren dan Abbeduto,199)
14. Memilki kelemahan dalam bersosialisasi
Banwasannya anak yang mengalami down sindrom tidak mampu untuk bersosialisasi (social disability). Presepsi ini menitikberatkan bahwa ketidak mampuan (inability) untuk memahami aturan social dalam keluarga, masyarakat dan sekolah ini lebih dari sekedar hambatan (disabling) bagi seorang individu sepanjang rentang hidupnya ketimbang ketidakmampuannya dalam menguasai keterampilan akademis tertentu (Greenspan dan Granfield, 1992)
INTERVENSI DINI
Hal ini sangat penting untuk merangsang, mendorong, dan mendidik anak down sindrom dari bayi. Terapi termasuk di dalam intervensi dini, berikut macam-macam terapi intuk anak down sindrom:
1. Terapi Fisik (Physio Theraphy)
Merupakan terapi yang dilakukan pertama kali untuk anak down sindrom. Karena miliki otot tubuh yang lemas, maka terapi ini bertujuan untuk membantu mereka agar bisa berjalan dengan cara yang benar.
2. Terapi Wicara
3. Terapi Okupasi
Terapi ini diberikan untuk melatih kemandirian anak dalam hal kognitif/pemahaman, kemampuan sensorik dan motoriknya.
4. Terapi Remedial
Terapi yang diberikan kepada anak down sindrom yang mengalami gangguan kemampuan akademis.
5. Terapi Sensori Integrasi
Terapi ini diberikan pada anak down sindrom yang mengalami gangguan integrasi sensori, misalnya pengendalian sikap tubuh, motorik kasar, motorik halus.
6. Terapi Tingkah Laku (Behaviour Theraphy)
Mengajarkan anak down sindrom yang sudah besar agar memahami tingkah laku yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku.
7. Terapi Akupuntur
Terapi ini dilakukan menusuk titik syaraf tertentu pada bagian tubuh dengan jarum.
8. Terapi Musik
Dimaksudkan untuk menstimulasi dan agar daya konsentrasi anak meningkat yang dapat mengakibatkan membaiknya fungsi tubuh yang lain.
9. Terapi Lumba-Lumba
Tujuannya untuk merelakskan sel-sel saraf otak yang tegang.
10. Terapi Craniosacral
Terapi dengan sentuhan tangan dengan tekanan yang ringan pada syaraf pusat. Dengan terapi ini anak down sindrom diperbaiki metabolisme tubuhnya sehingga daya tahan tubuh lebih meningkat
